Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Universitas Muhammadiyah Cileungsi

UMCI dan WALHI Jalin Kerja Sama Strategis Bangun Budaya Sadar Lingkungan di Kawasan Industri Cileungsi

Cileungsi – Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI) resmi menjalin kerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Milad ke-2 UMCI, Kamis (25/6). Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran ekologis dan aksi berkelanjutan.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis bagi UMCI sebagai institusi pendidikan tinggi yang berada di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri dengan tantangan lingkungan yang kompleks. Oleh karena itu, pembangunan budaya sadar lingkungan di lingkungan kampus dinilai menjadi kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk sivitas akademika, tetapi juga sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Rektor Universitas Muhammadiyah Cileungsi, M. Anas Sobarnas menyampaikan bahwa kerja sama dengan WALHI merupakan bagian dari upaya UMCI untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan yang semakin nyata.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. Mengingat Cileungsi merupakan kawasan industri yang menghadapi berbagai tantangan ekologis, maka membangun budaya sadar lingkungan di kampus menjadi langkah penting untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, UMCI dan WALHI akan berkolaborasi dalam berbagai program pendidikan lingkungan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penguatan literasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta berbagai kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

Sebagai implementasi awal dari kerja sama tersebut, UMCI menyelenggarakan aksi penanaman pohon dan seminar edukatif bertajuk “Sampah dan Masa Depan Bumi: Membangun Kesadaran Iklim dan Aksi Berkelanjutan”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-2 UMCI sekaligus momentum membangun kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

Sebanyak 500 bibit pohon ditanam secara simbolis bersama unsur pemerintah daerah, termasuk Camat Cileungsi, tokoh masyarakat, akademisi, serta sivitas akademika UMCI. Sementara itu, bibit pohon lainnya dibagikan kepada mahasiswa dan peserta seminar sebagai bentuk ajakan untuk terlibat langsung dalam gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Bibit pohon yang ditanam dan dibagikan tersebut merupakan dukungan dari Pusat Persemaian Cimanggis dan Pusat Persemaian Rumpin, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya kolaboratif memperluas gerakan penghijauan di masyarakat.

Selain aksi penanaman pohon, seminar edukatif menghadirkan narasumber dari WALHI yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, dampak perubahan iklim, hingga langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat dalam membangun pola hidup berkelanjutan.

Melalui kerja sama dengan WALHI, UMCI berharap dapat menjadi pelopor kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu membangun ekosistem kampus yang peduli lingkungan, memperkuat kesadaran iklim, serta berkontribusi nyata terhadap pelestarian bumi bagi generasi mendatang.